25
KRITERIA GURU IDAMAN PELAJAR
Siapa yang tidak mau menjadi guru yang
disukai siswa. Semua guru sepertinya mengharapkan hal tersebut.Tapi tahukah
anda bahwa semakin minta disukai siswa semakin jauh kita
dari kriteria guru yang layak disukai
siswa? jika disukai siswa menjadi tujuan kita sebagai guru tidak ada yang
namanya profesionalisme lagi, yang ada hanyalah menuruti apa yang siswa mau dan
inginkan, bahkan bila yang diinginkan sudah keluar jalur kegiatan belajar dan
mengajar.
Menjadi guru yang disukai bukan perkara mudah tapi juga tidak sulit. Namun tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, dimana ada kemauan disitu ada jalan. Berikut ini adalah caranya agar menjadi guru yang disukai siswa :
Menjadi guru yang disukai bukan perkara mudah tapi juga tidak sulit. Namun tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, dimana ada kemauan disitu ada jalan. Berikut ini adalah caranya agar menjadi guru yang disukai siswa :
1. Ramah dan riang
Guru harus murah
senyum, menyapa, memulai pembicaraan, memancing pertanyaan, tanggap dengn penuh
perhatian dan menghargai pendapat siswa.
2. Penuh keakraban
Guru pandai membuat
lelucon/humor, mendorong dan memulai adanya diskusi, hafal nama-nama siswa,
berinteraksi dengan siswa sebelum dan setelah proses belajar mengajar di kelas.
3. Berwibawa dan percaya
diri
Guru menerapkan tata
tertib belajar yang jelas, menjaga ketertiban kelas, berbicara dengan suara
lantang dan jelas.
Berbicara jelas
dengan menatap ke arah siswa, menjawab pertanyaan yang diajukan oleh siswa
dengan benar, jika ragu-ragu untuk menjawab maka guru harus mempunyai strategi
misalnya, menunda menjawab pertanyaan tersebut untuk mencari kebenaran dari
jawaban pertanyaan yang diajikan siswa agar tidak terjadi kesalapahaman dalam
memberikan jawaban kepada siswa.
4. Rendah hati dan
peduli
Guru harus mempunyai
sikap jujur dan mengakui kesalahan, tidak sombong, tidak mendompleng sukses
orang lain, dan tidak merendahkan prestasi/sukses orang lain.
Menghargai karya
siswa yang baik, membantu siswa apabila siswa mendapatkan kesulitan, menawarkan
bonus atau nilai tambahan kepada siswa yang berprestasi/rajin.
5. Hormat/menghargai
Guru tidak melecehkan
atau mempermalukan siswa di kelas, mengucapkan kata minta tolong dan
terimakasih atas tindakan siswa yang diminta, tidak membentak atau mengeluarkan
kata-kata yang tidak pantas kepada siswa.
6. Pendengar yang baik
Guru tidak memotong
pembicaraan siswa, selalu mengadakan kontak mata antara guru dan siswa,
memberikan saran atau bantuan apabila siswa mendapatkan kesulitan dalam proses
belajar di kelas.
7. Profesional dalam
penampilan
Guru pada saat
mengajar di kelas harus berpakaian rapi dan sopan, bersih, tidak kusut ataupun
kotor.
8. Antusias dalam
mengajar
Guru harus murah
senyum dalam mengajar di kelas karena hal tersebut mencerminkan karakter
seorang guru, menyajikan kegiatan belajar yang menarik siswa, menampilkan gerak
dan mimik wajah untuk pernyataan atau hal-hal yang penting, datang tepat waktu
agar tidak mempengaruhi jam pelajaran.
9. Bisa mengelola waktu
pembelajaran dengan baik
Guru harus tepat
waktu/lebih awal untuk tiba di sekolah, mengakhiri pembelajaran tepat waktu,
menyajikan bahan ajar yang sesuai dengan materi pembelajaran, memberikan
kesempatan bertanya kepada siswa terhadap materi pembelajaran, mengembalikan
pekerjaan siswa tepat waktu,
10. Kreatif dan menarik
Guru melakukan
eksperimen dalam metode mengajar, menggunakan produk teknologi yang mendukung
proses pembelajran ddi kelas, meningkatkan kualitas pengajaran, menggunakan
contoh yang relevan yang tidak menyimpang dari materi pembelajaran.
11. Komunikator efektif
Guru berbicara
lantang dan jelas, menggunakan kata istilah baku dalam proses belajar mengajar
di kelas.
12. Menetapkan sasaran
belajar harian
Guru menyiapkan dan
mengikuti silabus dan RPP etiap kali melakukan kegiatan pembelajaran.
13. Terampil teknologi
Guru mampu
menggunakan teknologi (komputer), mampu melakukan surat-menyurat melalui email,
mampu menggunakan alat tayang seperti OHP, LCD, dll.
14. Menguasai materi ajar
Guru mampu menjawab
dengan mudah pertanyaan siswa, tidak membaca langsung dari buku atau catatan,
dan memberikan contoh yang jelas/mudah dimengerti oleh siswa.
15. Menyajikan informasi
terkini
Guru mengaitkan topik
pembelajaran dengan situasi nyata terkini, menggunakan referensi melalui buku,
majalah, video, dll.
16. Selalu siap
Guru membawa
benda/bahan yang diperukan dalam pembelajaran, tidak pernah terlambat datang ke
kelas.
17. Merangsang diskusi
Guru mengajukam
pertanyaan saat pembelajaran untuk mengetahui kemampuan siswa, mengarahkan
siswa untuk aktif dalam bertanya jawab saat kegiatan pembelajaran khususnya
pada anak yang pasif di kelas.
18. Merangsang tumbuhnya
pkiran kritis/rangsangan intelektual
Guru mengajukan
pertanyaan cerdas/mendalam/bijak, menggunakan soal essay dalam kuis atau ujian,
memberikan tugas rumah, mendorong siswa untuk berdiskusi dengan temannya
tentang materi yang dipelajari serta menyelesaikan masalah (pembelajaran)
secara berkelompok.
19. Memberikan umpan balik
kepada siswa
Guru meberikan
komentar pada hasil kerja siswa yang sifatnya membangun agar siswa bisa menjadi
yang lebih baik lagi, menjawab pertanyaan siswa, memberi saran apabila siswa
mendapatkan kesulitan dalam belajranya.
20. Menerapkan ujian yang
berkeadilan
Guru memberikan garis
besar/inti materi atau bahan yang harus dipelajari oleh siswa yang akan
diujikan, soal ujian harus relevan, tidak membebani sisawa dengan bahan bacaan
yang menggunakan bahasa yang sulit dipahami, memberikan materi ajar yang sesuai
dengan tingkatan kemampuan siswa.
21. Peka dan teguh hati
Guru mampu meyakinkan
bahwa siswa telah menguasai materi ajar sebelum berpindah ke materi yang baru,
memberikan pelajaran tambahan, mengulangi penjelasan bila perlu, mengajukan
pertanyaan untuk mengatahui pemahaman siswa.
22. Berusaha menjadi guru
yang lebih baik
Guru meminta umpan
balik atas kinerjanya dari siswa, selalu belajar (mengikuti seminar, pelatihan,
dll) untuk menambahn pengetahuan, menggunakan metode mengajar terbaru agar
siswa tidak meras jenuh dalam menerima materi pembelajaran.
23. Saling mengerti
Guru mau menrima
alasan yang sah siswa ingin meninggalkan pelajaran dengan alasan tertentu,
tidak kehilangan kendali (marah) terhadap siswa, menyediakan waktu tambahan
untuk mendiskusikan materi-materi yang dianggap sulit oleh siswa.
24. Bisa mengontrol emosi
Jika guru marah atau
kecewa kepada siswa, maka berbicralah dengan baik kepada mereka bukan malah
berteriak, karena hal itu dapat mempengaruhi mental siswa, misalnya : siswa
menjadi takut dengan guru tersebut.
25. Memberikan motivasi
kepada siswa
Apabila siswa merasa
kesulitan menerima materi pelajaran, guru harus mampu menjelaskan kembali
materi yang dianggap sulit, kemudian guru harus mampu menberikan motivasi
kepada siswa agar rajin belajar dimana saja, tidak harus disekolah saja.
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar